Senin, 26 Oktober 2009
ASAL MUASAL SILSILAH KIAGUS DI PALEMBANG
Kiagus asalnya KIBAGUS, singkatan dan Kiai Bagus, sebuah gelaran yang diberikan Sultan Demak pada seorang Ulama asal negeri Arab yang bernama ABDURROHMAN bin Pengeran FATHULLAH, sehingga is dipanggil Kiai Bagus Abdurrohman bin Pangeran FATHULLAH.Setelah Kiai Bagus nikah dengan seorang salah seorang keluarga Keraton juga diberi gelaran BODROWONGSO (ada versi lain BONDOWONGSO) dan isteri Kiai Bagus dipanggil dengan sebuatan NYAI AYU, disingkat NYIAYU, dan di Palembang sering disebut dengan NYAYU. Kiai Bagus Abdur Rohman ini mempunyai seorang Kakak kandung yang juga berprofessi sebagai Al-Ustaz, yang bernama KIAIMAS ABDUL AZIZ bin Pengeran Fathullah, yang kelaknya keturunan Kiai Mas ini bergelar KIMAS dan di Palembang dikenal dengan initial KEMAS, isterinya bergelar Nyai Mas disingkat NYIMAS.HIJRAII KE PALEMBANG Pada waktu terjadi perebutan kekuasaan dilingkungan Kerajaan Demak dan perpecahan dengan Pajang, banyak priyayi-priyayi tanah Jawa ini tidak mau melibatkan diri, dan mereka memilih untuk HIJRAH ke PALEMBANG, tempat negeri leluhurnya RADEN FATAH dilahirkan dan dibesarkan dan memilih Palembang ini, karena dinilai tempatnya aman dan tenteram, dan jauh dad pusat perebutan kekuasaan.Pada tahun 1547 (pertengahan abad 16), Pengeran Sedo Ing Lautan memi. rombongan Muhajirin, yang didalam rombongan ini terdapat Kiai Bagus Abdur Rohman dan Kakaknya Kiai Mas Abdul Aziz dan juga ikut isterinya Nyai Ayu membawak serta 5 oranganak-anaknya. Di Palembang dimasa itu, ada satuh pemerintahan yang sekarang setingkat KABUPATEN ang dipimpin oleh seorang Adipatih yang diangkat oleh Sultan demak. Karena Pusat Kerajaan dalam keadaan kisruh dan tak menentu, maka atas permupakatan priyayi-priyayi dari tanah Jawa ini, ditingkatkanlah pemerintahan seberang lautan sebagai OTONOMI khusus yang mengatur diri sendiri, dan hubungan ke Jawa hanyalah bersifat simbolis belaka. Dibawah pimpinan seorang Adipatih yang berkuasa penuh dinegeri Palembang, pemerintahannya kayaknya seperti sebuah kerajaan, dengan struktur-struktumya seperti sebuah kerajaan.Kiai Bagus Abdurrohman yang professinya sebagai Da' i, tetap ditugaskan sesuai dengan professinya, dan dapat kepercayaaan berdakwah dan meng-Islamkan masyarakat wilayah BANYU ASIN, khususnya dilingkungan MARGA TANJUNG LAGO. Menurut informasinya, Kiai Bagus Abdur Rohman selama di Palembang, dikaruniai Allah 4 orang anak lagi, dan anak yang keenam yang lahir di Palembang sesudah tahun 1547 itu bernama JAKFAR SHODIO yang sekaligus mewarisi ayanda nya MAI, BAGUS dalam missi dakwanya. Walaupun bertugas di Tanjung Lago, tapi Kiai Bagus dan anaknya Jakfar Shodiq ini tinggalnya di Kampung Sako Kenten, dipinggiran kota Palembang.KETURUNANNYA : - Berdasarkan penelitian dan mendengar cerita-cerita para sesepuh Wong KIAGUS di Palembang dan di Uluan, bahwa pada umumnya Wong-wong keturunan KIAGUS ini adalah berprofessi sebagai agamawan, rohaniawan dan bekerja di Kerajaan dibidang Kepenghuluan,. dan pada umumnya mereka-mereka ini dipanggil oleh masyarakat dengan sebutan Kiai, Al- Ustaz, Syekh, Khalifah dan ada juga yang bergelar Ngabehi.Kiai Bagus Abdur Rohman wafat di Palembang dipengujung abad ke 16, dan dimakamkan di perkuburan Raja-raja Palembang di 1 Ilir Palembang. Diatas sudah dijelaskan, bahwa pada umumnya Wong-wong keturunan Kiagus ini sangat senang dengan Ke-Agamaan, walaupun mereka tidak disebut Kiai dan al-Ustaz, tapi paling tidak mereka jadi DONATUR untuk menunjang kegiatan-kegiatan keagamaaan ditempatnya berdomisili.Hal ini kita kemukakan,bukan berarti kelompok-kelompok kurang senang dengan keagamaan, pada perinsifnya sama, sebagai seorang muslim, mereka-mereka itu semua cinta dengan keagamaan yang mereka anut.Sebagai contoh, yang banyak dimasyarakat, terutama di Batanghari Sembilan dan sekitamya, yaitu dan silsilah yang menurunkan penulis.1. Kiai Bagus Abdur Rohman bin Pengeran Fathullah, sudah jelas, selama lebih kurang 30 tahun berada ditengah-tengah lingkungan Keraton Demak, sebagai Guru Agama Islam.2. Kiai Jakfar Shodiq, juga seorang guru agama, Dai disamping juga sebagai seorang pengusaha, guru silat, penggerak sosial dan pembina pertanian, yang type seperti ini bisa kita sebut ULAMA yang all round, serba bisa.3. Kiai Ahmad, juga pewaris dan ayanda dan datuknya, bekerja dibidang keagamaan dalam linglcungan keraton Palembang baik dimasa Ke-Adipatihan, maupun dimasa ke Sultanan.4. Kiagus Muhammad Nuruddin, juga seorang yang mengabdikan dirinya sebagai karyawan Departemen Kepenghuluan pada Keraton Kesultanan Palembang.5. Kiagus Kuncit yang namanya tidak terditeksi, beliau adalah pendiri Kampung JENENG 2 Ulu, dan beliau mempunyai sebuah majelis Taklim yang banyak didatangi oleh Santri-santrinya baik yang tinggal di Palembang, maupun dam Uluan, diantara santrinya ada yang berasal dari LINTANG EMPAT LAWANG,yaerajurung kemudian menjadi isterinya yang ke 3, yang dinikahinya, ketika beliau sudah berusia 60 tahunan. Sungai SINTEREN adalah saksi bisu, yang menjadi tempat tambatan perahu pada santri-santri yang berdatangan sehingga kemudian anak sungai Musi ini diberi nama SUNGAI SINTEREN sampai sekarang namanya masih diabadikan. Kiagus Kuncit yang kharismatik wafat pada tahun 1836 dikebumikan di Jambangan Talang Keranggo Palembang, dengan meninggalkan 4 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan, satu diantaranya bernama Kiagus Muhammad Thosin pada usia 3 tahun ayandanya meninggal dunia.6. Kiagus Kuncung alias Kiagus Abdur Rohman yang hidup selama 1801-1885, anak tertua Kiagus Kuncit, juga tercatat sebagai Figur yang hebat dan mempunyai macam kelebihan, sebagai seorang Perajurit dan seorang ulama.. Kemudian is menyebarkan missinya menjadi Da'i diwilayah ABUNG Lampung Utara, dan bahkan adiknya Kiagus Agustjik diutus untuk berdakwah di Bukit Kemuning, sedangkan adiknya yang lain Kiagus Kumbawa berdawah di Gunung Sugih Lampung Tengah.7. Kiagus Haji Muhammad Thosin, putera bungsu Kiagus Kuncit ini, setelah menjadi • yatim ditinggal ayandanya, kemudian ikut Ibunya kembali ke Lintang Empat Lawang, beliau besar dan dididik di Lintang dan Nikah dengan gadis Lintang dan kemudian menunaikan ibadah Rukun Islam ke 5 •bersama keluarga dan berangkat dengan kapal laut dan Palembang.(100 % disadur dari Tulisan/Buku yang tulis oleh Ir.Kgs.Oedjang Oemar, MT. Dosen di Palembang, Candidat Doktor di UNJ)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
masa SMA
QA/QC Engineer
di Proyek TPPI, Tuban
Sr. QA/QC Engineer
PT. CPI, Riau

terimah kasih infonya cek ..
BalasHapusterimakasih....
BalasHapusinformasinya...
jadi tahu nah asal usul kiagus ...
tapi keluarga sekarang dak make lagi sebutan kiagus...
terima kasih infonya...
BalasHapusada yang tau silsilah Kiagus Muhammad Sirad/Sirat?
jazakumullohukhoiron katsiron........ barangkali ada yg tahu silsilah kiagus haji muhammad aqil,?mohon infonya...
BalasHapusjazakumullohukhoiron katsiron........ barangkali ada yg tahu silsilah kiagus haji muhammad aqil,?mohon infonya...
BalasHapusmaaf ini saya cucunya dri KMC.MARZUKI RAHMAN ALHAJ INGIN BERKENALAN DENGAN YG PUNYA STATUS INI,,,MOHON INFO ALAMAT VIA POST DAN NO TELP YG BSA DIHUBUNGI,,,TRIMA KASIH...
BalasHapusCek apo wong Tanjung lago yg punyo gelar kiagus nasabnyo tesambong ke ki bagus abdurrahman
BalasHapus